Aplikasi Streaming
Multimedia

Persaingan Ketat Aplikasi Streaming

Teknologi Riau – Fitur live streaming telah menjadi medan pertempuran sengit bagi berbagai platform media sosial dan e-commerce di Indonesia. Dari siaran hiburan, edukasi, hingga sesi belanja langsung, interaksi real-time ini telah merevolusi cara masyarakat mengonsumsi konten dan bertransaksi. Namun, bagaimana perbandingan pengguna di antara raksasa-raksasa ini seperti TikTok, YouTube, Facebook, Instagram, dan Shopee?

Meskipun data spesifik mengenai jumlah pengguna aktif fitur live di masing-masing platform sangat dinamis dan jarang dirilis secara terpisah oleh perusahaan, kita dapat menganalisisnya berdasarkan dominasi platform, waktu tonton, dan preferensi audiens.

 

Dominasi Platform dan Tren Penggunaan Live Streaming

  1. TikTok Live:
    • Pengguna Umum: TikTok terus menjadi fenomena di Indonesia dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 108 juta pada awal 2025 (untuk usia 18 tahun ke atas).
    • Dominasi Live Shopping: Dalam ranah live shopping, TikTok Live menjadi pemain kunci. Laporan menunjukkan bahwa pada tahun 2024, TikTok Live menjadi platform kedua yang paling banyak digunakan untuk berjualan setelah Shopee Live, dengan pangsa pasar yang terus meningkat.
    • Demografi & Waktu: Pengguna TikTok sangat didominasi oleh Gen Z dan Milenial, yang mencari konten cepat, menghibur, dan interaktif. Waktu terbaik untuk live di TikTok seringkali adalah pagi dan malam hari, saat audiens muda sedang aktif.
    • Fitur Khas: Terkenal dengan fitur “gift” yang memungkinkan penonton memberi hadiah virtual kepada kreator, mendorong interaksi dan monetisasi langsung.
  2. Shopee Live:
    • Pengguna & Dominasi E-commerce Live: Sebagai platform e-commerce, Shopee Live merupakan raja dalam live shopping di Indonesia. Data tahun 2024 dari Jakpat menunjukkan Shopee Live menjadi platform paling banyak digunakan warga Indonesia untuk berjualan, mengungguli platform lainnya.
    • Fokus: Sepenuhnya berorientasi pada penjualan dan promosi produk secara langsung, dengan fitur keranjang belanja yang terintegrasi.
    • Demografi: Lebih luas, mencakup berbagai demografi pembeli online di Indonesia, dengan mayoritas dari Pulau Jawa dan kelas menengah.
  3. YouTube Live:
    • Pengguna Umum: YouTube memiliki basis pengguna yang sangat besar di Indonesia, mencapai 143 juta pada awal 2025.
    • Fokus Konten: YouTube Live lebih banyak digunakan untuk siaran panjang seperti gaming, Q&A, webinar, konser virtual, dan berita atau diskusi. Interaksi cenderung lebih mendalam dan berbasis komunitas.
    • Demografi & Waktu Tonton: Menarik audiens yang sangat beragam, dari Gen Z hingga Baby Boomer, tergantung jenis kontennya. Waktu tonton per sesi live biasanya lebih lama dibandingkan platform video pendek.
  4. Instagram Live:
    • Pengguna Umum: Instagram memiliki sekitar 103 juta pengguna di Indonesia pada awal 2025.
    • Fokus Konten: Instagram Live populer untuk sesi Q&A, wawancara, peluncuran produk, dan interaksi personal oleh influencer, selebriti, atau brand. Fitur ini juga digunakan untuk live shopping meskipun tidak sedominan Shopee atau TikTok.
    • Demografi: Sangat populer di kalangan Milenial dan Gen Z, terutama wanita.
  5. Facebook Live:
    • Pengguna Umum: Meskipun pertumbuhan pengguna baru melambat, Facebook masih memiliki basis pengguna yang sangat besar di Indonesia, sekitar 122 juta pada awal 2025.
    • Fokus Konten: Facebook Live sering digunakan oleh komunitas, media berita lokal, dan bisnis kecil untuk siaran yang lebih komunal atau berbasis grup. Sesi live shopping juga dilakukan, namun skalanya lebih kecil dibandingkan platform khusus e-commerce.
    • Demografi: Lebih merata di berbagai usia, termasuk Gen X dan Baby Boomers yang cenderung masih aktif di platform ini.

 

Statistik Kunci dan Tren Pendorong

  • Peningkatan Adopsi Live Shopping: Tren live shopping telah menjadi mesin pertumbuhan utama. Studi tahun 2024 menunjukkan bahwa 58% Gen Z dan 82% Generasi Tua di Indonesia tertarik pada siaran belanja langsung, menunjukkan penetrasi yang luas.
  • Waktu Tonton: Meskipun tidak ada data waktu tonton spesifik per platform live, umumnya durasi tonton live streaming di YouTube cenderung lebih panjang karena format kontennya, sementara TikTok dan Instagram fokus pada sesi yang lebih singkat dan padat. Shopee Live menargetkan konversi penjualan, sehingga durasi bervariasi tergantung strategi penjual.
  • Keterlibatan Audiens: Live streaming menawarkan tingkat interaksi yang tidak bisa diberikan oleh konten rekaman. Fitur komentar real-time, polling, dan fitur “gift” (di TikTok) atau “stars” (di Facebook) secara signifikan meningkatkan keterlibatan penonton.
  • Monetisasi Kreator: Semua platform berlomba menawarkan fitur monetisasi bagi kreator yang melakukan live, mulai dari bagi hasil iklan, donasi langsung, hingga komisi penjualan produk. Ini menjadi insentif besar bagi individu untuk terus aktif.

 

Kesimpulan

Setiap platform live streaming memiliki kekuatan dan pangsa pasarnya sendiri. Shopee Live mendominasi di segmen e-commerce live shopping, sementara TikTok Live terus mengejar dengan model hiburan-jualannya yang viral. YouTube Live tetap menjadi pilihan utama untuk konten yang lebih panjang dan komunitas yang besar, sementara Instagram Live dan Facebook Live mempertahankan relevansinya untuk interaksi personal dan komunitas yang lebih spesifik.

Persaingan ini menguntungkan konsumen dan kreator, mendorong inovasi fitur dan kualitas konten yang lebih baik di arena live streaming Indonesia.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments