Kreator Video
Multimedia

Lonjakan Kreator Konten Video

Teknologi Riau – Fenomena pembuatan dan pengunggahan konten video oleh individu mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan tren ini diprediksi akan terus menguat hingga 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang beralih menjadi kreator konten video, didorong oleh kemudahan akses teknologi, popularitas platform media sosial, serta keinginan kuat untuk berekspresi dan berbagi informasi.

 

Pertumbuhan Eksponensial Pengunggah Konten Video

Peningkatan jumlah orang yang rajin mengunggah konten video tidak terlepas dari pergeseran masif preferensi konsumsi media masyarakat dari teks ke visual. Platform seperti TikTok, YouTube Shorts, Instagram Reels, dan bahkan LinkedIn Video telah menjadi panggung utama bagi individu untuk membagikan kehidupan sehari-hari, bakat, opini, hingga keahlian mereka.

“Dulu, orang mungkin merasa canggung di depan kamera, tetapi sekarang hal itu sudah menjadi bagian dari norma sosial,” ujar Dr. Aisha Rahman, seorang sosiolog media dari Universitas Nusantara. “Aplikasi editing video yang semakin mudah digunakan, bahkan di ponsel pintar, telah menghilangkan hambatan teknis. Semua orang bisa menjadi ‘produser’ konten mereka sendiri.”

Beberapa data dan tren penting yang menggambarkan fenomena ini:

  • Peningkatan Pengguna Media Sosial: Menurut laporan We Are Social dan Meltwater, pada Januari 2025, terdapat 143 juta pengguna media sosial aktif di Indonesia, yang setara dengan sekitar 50,2% dari total populasi. Angka ini terus tumbuh dari tahun-tahun sebelumnya (misalnya, sekitar 160 juta pengguna pada Januari 2020, termasuk semua platform). Peningkatan pengguna ini secara langsung berkorelasi dengan potensi audiens bagi para kreator video.
  • Dominasi Video Pendek: TikTok, sebagai salah satu pendorong utama format video pendek, mengalami peningkatan pengguna yang luar biasa. Dari sekitar 465,7 juta pengguna global pada tahun 2020, diperkirakan akan mencapai 955,3 juta pada tahun 2025. Di Indonesia sendiri, jangkauan iklan TikTok untuk audiens dewasa mencapai 53,5% dari populasi dewasa, menunjukkan penetrasi yang sangat tinggi. Peningkatan adopsi YouTube Shorts (dengan 1.5 miliar pengguna bulanan global) dan Instagram Reels juga menunjukkan preferensi kuat terhadap konten video singkat.
  • Waktu Konsumsi Video: Rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna Indonesia untuk menonton video online juga terus meningkat. Studi menunjukkan bahwa 91% orang lebih memilih konten video singkat karena lebih informatif dan tidak memakan banyak waktu.
  • Pertumbuhan Kreator YouTube: Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan kreator YouTube terbanyak di Asia Tenggara pada Juni 2025. Jumlah jam konten yang diunggah ke YouTube secara global juga sangat masif; sekitar 500 jam konten baru diunggah setiap menit, atau sekitar 720.000 jam video diunggah setiap hari. Meskipun angka ini tidak spesifik “individu”, hal ini menunjukkan ekosistem pembuatan video yang sangat aktif.
  • Peningkatan Konten Buatan Pengguna (UGC): Fenomena User-Generated Content (UGC) semakin populer, dengan konsumen cenderung lebih mempercayai rekomendasi dari teman atau keluarga dibandingkan iklan tradisional. Video ulasan produk, pengalaman pribadi, dan vlog menjadi bentuk UGC yang dominan.

 

Konten Edukasi dan Profesional Mengalami Peningkatan Signifikan

Selain konten hiburan dan gaya hidup, tren konten video edukasi dan profesional juga menunjukkan peningkatan yang pesat. Banyak ahli di bidangnya masing-masing, mulai dari keuangan, teknologi, memasak, hingga keterampilan praktis, kini menggunakan platform video untuk berbagi pengetahuan mereka. Video edukasi kini menjadi media belajar utama bagi 56,3% pengguna Indonesia untuk memahami materi pelajaran atau keterampilan baru.

“Video adalah format yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi yang kompleks secara ringkas dan menarik,” kata Budi Santoso, seorang konsultan pemasaran digital. “Perusahaan bahkan mulai mendorong karyawan mereka untuk menjadi ‘thought leaders’ melalui video, yang tidak hanya membangun branding personal tetapi juga citra positif bagi perusahaan.”

 

Tantangan dan Peluang di Depan

Meskipun tren ini membawa banyak peluang, ada pula tantangan yang perlu dihadapi. Persaingan konten yang semakin ketat menuntut kreator untuk lebih inovatif dan konsisten. Isu-isu seperti kelelahan digital (digital fatigue), privasi, dan penyebaran informasi yang salah (hoaks) juga menjadi perhatian serius.

Namun, prospek masa depan industri konten video tetap cerah. Dengan semakin canggihnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dalam alat pengeditan dan analisis, proses pembuatan konten akan menjadi lebih efisien dan personalisasi konten akan semakin akurat. Ini akan membuka pintu bagi lebih banyak individu untuk terlibat dalam ekosistem video, menegaskan bahwa era visualisasi diri dan informasi melalui konten video baru saja dimulai.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments